Tuesday, April 21, 2009

Ranger Sarah Deu


Ranger Sarah Deu

SARAH DEU, ACEH JAYA — Raungan infrasonik membelah sunyi belantara. Bukan pertanda perang, melainkan riuh Po Meurah bercengkrama di sungai. Bulir air di antara semilir angin membasuh dedaunan.
Seakan bukan sekadar melepas gerah, gajah-gajah saling siram. Kawanan ini dikenal dengan kelompok 13, sesuai jumlahnya. Sore terik itu, jumlahnya bertambah.
Fahmi, Leader Conservasi Rescue Unit (CRU) Sarah Deu, kawasan Ulu Masen, Aceh Jaya, menghitung jumlahnya sudah 14 ekor. Sejak awal bulan lalu, bayi yang belum diketahui jenis kelamin, bergabung dalam kawanan.
”Saat itu kebetulan saya sedang berada di sungai dimana gajah-gajah itu menghabiskan waktu untuk mandi, lalu saya memotret dan setelah menyaksikan hasilnya ternyata jumlah mereka memang sudah bertambah, dengan hadirnya bayi gajah,” jelas Fahmi, saat disambangi acehkita.com di CRU Sarah Deu, pertengahan April lalu.
Sarah Deu sendiri ’medan perang’ antara manusia dan gajah paling kesohor. Agar damai tercipta,” kita jadikan lahan konservasi, untuk meminimalkan konflik,” jelas Fahmi.
Dari area menyeramkan, Sarah Deu disulap menjadi kawasan menyenangkan. Kawasan ini dijadikan markas ’gajah polisi’, dilatih untuk menghalau amuk gajah liar yang kerap melumat kebun warga.
Jelas manusia turut andil membuat gajah jadi berang. Agar adil, tak hanya gajah yang dididik. Sarah Deu juga difungsikan sebagai ’taman belajar’. ”Kawasan ini juga menjadi kawasan edukasi bagi warga untuk menjaga lingkungannya,” kata Fahmi.
Sebenarnya, warga sekitar tak berhubungan langsung dengan gajah. Namun aktifitas membuka lahan perkebunan yang terus menjorok ke dalam hutan membuat gajah terusik. ”Karenanya kawasan konservasi didirikan disini,” kata Fahmi.
Serupa gajah, warga juga dilatih menjadi ranger. Tugasnya menjaga hutan. Menurut Fahmi, pihaknya juga mengajarkan masyarakat memanfatkan hutan untuk peningkatan sumber ekonomi.”Misalnya bagaimana menjadikan kotoran gajah sebagai pupuk biogas,” terang Fahmi.
Kini Fahmi dan rekan-rekannya memilki lima ekor gajah terlatih. Tiga diantaranya menjadi pentolan seperti Ida, Suci dan Haris. Namun kelompok lima ini, semuanya ’gajah polisi’. Sedikitnya tujuh mahot, alias pawang gajah disiagakan untuk melatih dan mendampingi.
”Setiap pagi gajah-gajah ini kita bawa ke hutan, dimana mereka bisa menghabiskan waktunya di sana, dan ketika sore hari mereka kembali untuk belajar, berlatih dan istirahat,” jelas Sofyan, sang mahot.
Bagi Sofyan, 30 tahun, mengawal gajah bukan hal baru. Pengalamannya menjadi mahot hampir 10 tahun, membuat Sofyan paham betul apa keinginan para gajah.
”Mereka hewan yang manis sebenarnya jika kita mau memahami kehidupannya, buktinya gajah-gajah terlatih ini akan sangat menghibur jika kita ada bersama mereka,” kata Sofyan

Menjadikan kawasan Sarah Deu sebagai wilayah konservasi merupakan program perlindungan hutan yang dikelola Flora & Fauna International (FFI) Aceh. Selain Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Barat juga menjadi target konservasi.
”Kita terus menyosialisasikan program ini, sehingga pemerintah nantinya benar-benar akan mencanangkan kawasan Ulu Masen sebagai kawasan yang harus dilindungi,” kata Fahmi.
Menurut Fahmi, pengusulan kawasan hutan Ulu Masen dimulai sejak tahun 2002. Kala itu, FFI telah menjalankan program di Aceh selama empat tahun. Berdasarkan data yang dikumpulkan, bagian utara Aceh cukup syarat memiliki kawasan konservasi.
Kegiatan program ini mulanya hanya fokus mengusung jenis Elephas maximus sumatranus (gajah sumatera) sebagai jenis utama (Flagship species) yang perlu dilindungi keberadaannya di habitat aslinya.
“Tapi saat ini tanpa meninggalkan jenis utama, tujuan pelestarian Hutan Ulu Masen menjaga kesinambungan jasa lingkungan yang disediakan untuk masyarakat Aceh, terutama penduduk lima kabupaten di sekitar wilayah hutan ini,” tambah Fahmi.*****


Tulisan ini sudah dipublish di stus : www.acehkita.com

Monday, April 20, 2009

Angka Keberuntungan Koe

Menyingkap angka keberuntungan dari perhitungan angka kelahiran.
Setelah di hitung-hitung :

Tanggal lahirku + bulan Lahir ku + tahun lahirku, maka hasilnya dibawah ini :
1992, lalu

1 + 9 + 9 + 2 = 21
2 + 1 = 3
Nombor Tarikh Lahir saya ialah :3

3. = Ceria
Golongan ini merupakan golongan yang idealistik.
Mereka sangat kreatif, sosial, mesra, romantik dan mudah dibawa berunding.
Mereka suka memulakan sesuatu tetapi jarang dapat menghabiskannya.
Mereka suka orang lain gembira dan sanggup melakukan apa sahaja untuk mencapainya. Mereka sangat popular dan idealistik.
Golongan ini perlu belajar untuk melihat sesuatu dengan lebih realistik.


Hehehehee.. asyik aja bermain dengan angka-angka.


Mau tahu angka keberuntunganmu : find it at Facebook.

Saturday, April 4, 2009

Mengutip Sanger yang Terserak

Telah kita lewati banyak riwayat; duplikat monyet ukuran kecil, dua batang lilin kehidupan, saputangan warna hitam (yang kata mitos pertanda perpisahan), cuplikan episode hidup yang terserak diwarung kopi, percakapan hingga dini hari, hingga desiran angin gunung dan uraian rintik hujan.
Aku telah lewati itu, dan telah pula diselingi dengan episode hidup babak lanjutan. Tapi masih kutemui juga rindu yang sama, masih saja kurasakan kisah yang sama, masih kulihat warna yang sama, yang semakin aku mencoba melupakannya, semakin erat melekat dibenakku. Yang semakin kucoba kubur dalam sudut hati yang paling pojok, semakin ia mendesak muncul ke permukaan.
Kucoba putar balikkan kenyataan, dengan menikmatinya, ternyata memberi keresahan yang semakin mendalam. Maafkan aku yang tak bisa hindari ini. Kucoba bertahan, tapi tak tertahankan.
Seandainya boleh bertanya kepada Tuhan, apa sih rahasia dibalik rencanaNya mempertemukan kita dalam sebuah gelas berisikan sanger..
Rasa manis sanger terkadang membuat kita lupa, (kita..????? tepatnya aku..!!) kalau kita (hmm... kita..?? lagi-lagi tepatnya aku) telah menabrak dinding kehidupan yang memberi batasan ruang dan waktu.
Atau kita jalani saja.. dengan segala konsekuensinya.

Thursday, April 2, 2009

Katanya Aku Melankolis..

Iseng-iseng ikutan quiz kayak gini di online.. hehehehehe.. hasilnya... ???
Hmmm.... menarik juga neh...

Katanya aku Melankolis..
Yayan took the quiz and the result is Melankolis.
Melankolik (Melancholy) - Cairan empedu hitam – Murung - “Yang Sempurna”. Tipe ini berseberangan dengan sanguin. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguin selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan dan kalaupun berbicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Dari empat temperamen tersebut, melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi lebih ekstrovert.

Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seseorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya. Si melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakannya. (by Joseph http://cybersurferzone.blogspot.com)