Selasa, 06 Januari 2009
Dahlan Iskan : Krisis Sudah Masuk ke Ranah Tuhan
Krisis keuangan yang amat dahsyat ini akhirnya mampir juga ke ranah Tuhan. Yakni, ketika tersiar berita begitu banyak lembaga sosial dan keagamaan Yahudi yang menjadi korban investasi model Ponzi yang dilakukan Bernard Madoff (Bernie) itu.
Seperti diatur saja, praktis semua rumah ibadah Yahudi menjadikan kasus penipuan terbesar di dunia tersebut sebagai tema khotbah Hari Sabtu (yaumus Sabbath) mereka. Ini tidak lain karena yang dituduh sebagai penipu terbesar dalam sejarah umat manusia itu adalah tokoh Yahudi dan yang banyak tertipu juga umat Yahudi.
Begitu kerasnya kecaman yang disampaikan para khotib di mimbar Sabtuan itu, sampai-sampai ada pengkhotbah yang kali ini terpaksa meminta maaf kepada jemaatnya. Yakni, karena si pengkhotbah terpaksa harus mencela nama seseorang di mimbar yang suci itu.
''Selama ini kami tidak mau menjadikan soal bisnis dan politik menjadi tema khotbah,'' ujar seorang rabi konservatif di New York. ''Tapi, dalam kasus ini terlalu banyak korban, sehingga sulit untuk tidak dibicarakan, ''
tambahnya.
Dana yang tersedot ke bisnis model piramida yang dilakukan Bernie tersebut memang mencapai USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Beberapa hari setelah Bernie ditangkap, ratusan orang Yahudi yang uangnya lenyap di situ mendatangi rumah Bernie yang seharga Rp 600 miliar itu di New York.
Bernie, 70 tahun, memang tokoh terkemuka Yahudi. Dia dikenal sangat dermawan dan juga memimpin berbagai lembaga sosial masyarakat Yahudi. Karena itu, kasus tersebut dianggap memalukan Yahudi. Baik Yahudi sebagai masyarakat maupun Yahudi sebagai agama.
''Inilah hillul hashim yang keterlaluan, '' ujar seorang pengkhotbah
sebagaimana dikutip penerbitan Yahudi terkemuka di New York. Hillul hashim adalah istilah dalam agama Yahudi untuk menyebut perbuatan penistaan kepada Tuhan.
Istilah-istilah agama terpaksa begitu banyak dipakai kali ini untuk
mengungkapkan kejengkelan kepada Bernie. ''Dia itu sudah seperti Esau,'' kata pengkhotbah yang lain. Orang yang bernama Esau, dalam kitab agama Yahudi, adalah lambang kebohongan nomor satu di jagat raya. Di antara semua ciptaan Tuhan (termasuk malaikat, manusia, binatang, pohon, dan batu), Esau-lah pembohong terbesar.
Kitab Yahudi menceritakan bahwa Esau adalah kakak Yakub. Mereka adalah anak Ishak, melalui istrinya Rebekah. Berarti, keduanya adalah cucu Abraham (Rasul Ibrahim). Esau dan Yakub sebenarnya anak kembar. Yakub lahir belakangan, tapi nyaris beriringan. Begitu dekatnya kelahiran Yakub dari kakaknya, sehingga dalam kelahiran itu digambarkan posisi Yakub masih memegangi tumit Esau, kakaknya itu.
Tapi, Tuhan tidak memilih anak sulung tersebut sebagai pewaris sang bapak dan sang kakek. Ishak-lah yang jadi rasul. Ishak itu pula yang dipercaya kemudian menurunkan umat Yahudi sekarang ini. Golongan masyarakat Yahudi yang baik kemudian disebut golongan Yakob (berarti Israel). Sedangkan golongan yang ''rusak'' disebut golongan Esau.
Digambarkan, bayi Yakub memang berkembang menjadi anak baik, penurut, suka belajar, banyak tinggal di rumah, dan seterusnya. Pokoknya, Yakub kemudian menjadi lambang kesempurnaan dari seorang anak yang saleh. Sedangkan Esau digambarkan tumbuh menjadi ''anak liar'' yang nakal. Kesukaannya begadang, berkelahi, memeras, menipu, mencuri, dan seterusnya.
Dalam masyarakat Yahudi, semua anak baik digambarkan sebagai Yakub, sedangkan anak nakal seperti Bernard Madoff dicaci seperti Esau. Karena itu, dalam masyarakat Yahudi, banyak orang tua yang memberi nama anaknya dengan Yakub, tapi tidak satu pun yang memberi nama Esau.
Tampaknya, di semua agama, ada kisah seperti ini. Bahkan, agama Jawa juga punya cerita Pandawa dan Kurawa. Begitu banyaknya orang yang mencela dan memojokkan Kurawa, sampai-sampai saya justru bersimpati pada tokoh seperti Dursasana, salah satu di antara 100 Kurawa bersaudara.
Saya kadang merenung bahwa kejahatan Kurawa itu pun sebenarnya juga kehendak Tuhan: mengapa Tuhan menakdirkan Dewi Gendari melahirkan anak sampai 100 orang? Bagaimana seorang ibu bisa mengasuh dan membesarkan anak sebanyak itu untuk bisa jadi anak saleh semua?
Banyaknya anak itu juga yang kemudian menimbulkan problem agraria. Soal warisan tanah Kurusetra itu, misalnya. Tanah tersebut mestinya dibagi dua untuk Pandawa yang hanya lima bersaudara dan untuk Kurawa yang 100 bersaudara. Siapa pun, kalau dalam posisi menjadi Kurawa, pasti unjuk rasa: kalau tanah Kurusetra itu dibagi dua, bukankah akan melahirkan kesenjangan kaya-miskin: yang separo hanya dibagi untuk lima orang Pandawa, sedangkan yang separo lagi harus dibagi untuk 100 orang Kurawa.
Ishak yang hanya punya dua anak, yang satu jadi Esau. Bagaimana Dewi Gendari bisa mengasuh, mendidik, dan membuat 100 anaknya menjadi Yakub semua? Jangankan mendidik, memandikan dan mencuci bajunya saja sudah pasti sulit.
Bukankah waktu itu belum ada mesin cuci dan PlayStation? Mengapa Tuhan memberinya 100 anak? Bahwa kemudian banyak di antara anak itu yang jadi Esau, siapa yang salah?
Ternyata, dalam kasus Yakub-Esau ini pun banyak yang bersimpati pada Esau. Mungkin juga karena terlalu banyak kisah kesalehan Yakub yang sekaligus dalam satu napas dengan kenakalan Esau. Ada satu kisah bahwa Esau, sebagai anak sulung, sebenarnya bisa saja mengambil semua warisan ayahnya.
Namun, Esau begitu baiknya, sehingga mau mengalah kepada adiknya. Tapi, ada saja cerita sebaliknya: Esau itu sebenarnya bukan mengalah. Dia menjual hak-haknya sebagai sulung untuk menipu adiknya.
Begitu jeleknya Esau ini sampai-sampai digambarkan, kalau Anda baru saja dicium Esau, segeralah periksa apakah ada gigimu yang dicurinya. Dan Bernie, meski pernah memberikan laba triliunan rupiah kepada para nasabahnya, jasa itu tidak akan dikenang sebagai Yakub. Tetap saja Bernie itu Esau. Bahkan Esau terbesar pada abad modern.
''Bernie itu melakukan dua kejahatan sekaligus: mencuri dan menipu,'' bunyi salah satu khotbah Sabtu itu. ''Tempat yang paling cocok untuk orang yang mencuri harta kaum Yahudi adalah di neraka yang sangat khusus,'' tambahnya.
Betapa berat dosa Bernie digambarkan dalam cerita itu sebagai berikut: Orang Yahudi itu paling pintar dalam berhitung dan paling teliti dalam memeriksa angka-angka. Karena itu, tidak mungkin bisa ditipu. Itu baru orang Yahudi biasa. Orang Yahudi yang sudah jadi pedagang lebih hebat lagi: sudah mampu menggabungkan kehebatan berhitung dan ketelitian memeriksa. Kehebatan tersebut akan meningkat lagi kalau seorang pedagang Yahudi sudah bisa jadi bankir, pengusaha bank.
Dan seorang Bernie ternyata mampu menipu orang Yahudi yang sudah jadi bankir sekalipun! Maka, kalau orang Yahudi memberi gelar dia Esau, rupanya kejengkelan mereka memang sudah tidak tertahankan lagi. Bankir Yahudi pun bisa dia tipu!
Di antara kelompok Yahudi yang paling marah kepada Bernie adalah organisasi wanita Yahudi bernama Hadassah. Organisasi tersebut kehilangan dana Rp 1 triliun (USD 90 juta). Hadassah adalah organisasi ibu-ibu Yahudi di Amerika yang paling besar. Juga paling terkenal akan proyek-proyek sosialnya.
Hadassah-lah yang membiayai anak-anak Yahudi yang ditinggal mati orang tua mereka dalam kasus pembunuhan masal di Eropa. Hadassah pula yang mendirikan sekolah Youth Aliyah untuk anak-anak orang Yahudi di Israel. Proyek sosialnya di Israel luar biasa banyaknya. Termasuk mendirikan sekolah perawat, kedokteran, dan rumah sakit.
Kini, dana itu hilang.
Sedangkan di antara rabi (kiai) Yahudi yang paling marah adalah David J. Wolpe. Ini berarti sudah mentok: Rabi Wolpe adalah rabi nomor satu di antara rabi-rabi ''langitan'' di Amerika Serikat. ''Padahal, saya ini tidak kenal Bernie,'' katanya dalam satu khotbah sebagaimana disiarkan penerbitan Yahudi di AS itu. Sampai-sampai dikira dia itu ikut jadi salah satu korban Bernie.
''Saya ini justru belum pernah dengar namanya sampai dengan semua orang menyebut-nyebut nama itu sekarang ini,'' tegasnya.
Rabi Wolpe tergolong kiai mbeling. Pimpinan Kuil Sinai di Los Angeles
tersebut membuat heboh beberapa tahun lalu, terutama ketika mengungkapkan bahwa kisah pengungsian orang Yahudi dari Mesir yang menyeberangi Laut Merah itu sebenarnya tidak ada. ''Tidak ditemukan bukti ilmiah sama sekali,'' ungkapnya.
Rabi Wolpe itulah yang dalam khotbahnya sampai mengingatkan agar semua pengusaha Yahudi tahu bahwa sebelum menghadap Tuhan kelak, akan ada beberapa pertanyaan Tuhan yang harus dijawab sebelum bisa masuk surga. Pertanyaan pertama, kata Wolpe, adalah: apakah praktik dagang yang kamu lakukan sudah baik? (*)
Monday, January 5, 2009
Sunday, January 4, 2009
Ketika Perempuan Dipercaya
Film The Other Boleyn Girl (I)
Ketika Perempuan Dipercaya
Author : Rizka Azizah
The Other Boleyn Girl (.moviewallpapers.net)
VIVAnews - Film berjudul The Other Boleyn Girl benar- benar tontonan yang sangat brillian menurut saya. Film ini menceritakan betapa ‘daya tarik’ dan kekuatan perempuan bisa menghancurkan tahta dan kekuasaan. Wanita yang tadinya diremehkan dan dianggap sepele, pada akhirnya bisa meluluhkan sekaligus menjatuhkan kekuasaan laki- laki.
Film ini berkisah tentang kehidupan kerajaan Inggris di abad ke- 16, dimana pada saat itu hiduplah seorang Raja bernama Henry Tudor atau Henry VIII. Kerajaan Inggris dibuatnya hancur karena sikapnya yang begitu liar terhadap wanita. Meski istri resminya hanya Queen Catherine of Aragon, namun King Henry VIII memiliki begitu banyak selir.
Keliaran King Henry VIII pada wanita semakin menjadi- jadi saat Queen Catherine tidak bisa memberinya keturunan laki- laki. Padahal, King henry sangat berharap bahwa istrinya dapat memberikan anak laki-laki untuk meneruskan tahta kerajaan. Di masa itu, perempuan sama sekali tidak ada artinya. Seperti Queen Catherine yang telah berkali- kali diduakan oleh King Henry VIII sekaligus dicampakkan karena hanya bisa melahirkan anak perempuan.
Kegagalan Queen Chaterine melahirkan anak laki- laki, membuat King Henry VIII semakin gencar mencari selir yang dapat memberikan anak laki- laki. Adalah Keluarga Boleyn, yang bersepupu jauh dengan penasehat Raja. King Henry mengutarakan keinginannya untuk memiliki selir lagi kepada Thomas Howard, sang penasihat Raja yang juga sepupu jauh dari Keluarga Boleyn.
Akhirnya, Thomas Howard bekerja sama dengan Thoman Boleyn untuk bisa mempersembahkan salah satu Boleyn Girls, Mary Boleyn atau Anne Boleyn untuk dijadikan selir sang Raja. Thomas Boleyn begitu bersuka cita menyambut ajakan sepupunya, karena ambisinya untuk menjadi bagian dari kerajaan Inggris begitu besar. Ia langsung mengajukan Anne Boleyn untuk dijadikan selir King Henry VIII.
Permainan dimulai. Anne Boleyn yang diajukan oleh ayahnya, justru tidak dilirik sama sekali oleh King Henry. Sang Raja justru malah memilih Mary Boleyn untuk dijadikan selirnya. Padahal, Mary Boleyn sendiri sudah bersuamikan William Carey. Namun, dengan segenap tahta dan keuasaannya, King Henry VIII merayu William Carey untuk mengizinkan Mary menjadi selirnya, dengan menawarkan posisi bergengsi di Kerajaan.
William Carey pun tak kuasa menolak permintaan sang Raja. Sampai akhirnya, Mary Boleyn benar- benar menjadi selir sang Raja. Meski awalnya Mary Boleyn tidak menyukai intrik tersebut dan menolak untuk dijadikan selir sang Raja, namun lama- lama Mary mencintai King Henry VIII. Sampai akhirnya, ia mengandung dan melahirkan anak laki- laki.
Anne Boleyn yang merasa sakit hati karena cemburu melihat Mary bersama King Henry VIII, menjadi tidak terkontrol dalam bersikap. Sampai suatu hari, ia melakukan kesalahan yang fatal, yang membuat dirinya harus diasingkan ke Perancis.
Namun, sekembalinya Anne dari Perancis, ia banyak sekali mengalami perubahan. Perangainya sangat baik, smart, educated, charming, dan semakin cantik. Tanpa Anne sadari, King Henry VIII mulai tertarik dengannya. Sang Raja menganggap bahwa Anne mengalami banyak perubahan sekembalinya dari Perancis.
Menyadari akan hal itu, Anne yang cerdas tidak menyia- nyiakan kesempatan untuk meraih kehormatan yang lebih tinggi dari pada sang Kakak, Mary Boleyn. Bukan hanya bersedia menjadi selir, namun Anne meminta kepada King Henry VIII untuk mengasingkan Mary serta menceraikan Queen Catherine supaya posisi Queen of England ia gantikan.
Padahal, perceraian King Henry VIII dengan Queen Catherine akan membuat Inggris semakin terpuruk. Pergantian Ratu dirasa sangat sulit karena harus melawan sistem kerajaan monarki yang absolut. Namun, karena sedang tergila- gila dengan Anne, maka King Henry VIII pun menyetujui apapun permintaan Anne.
Disinilah daya pikat dan kekuatan perempuan mulai diakui. Anne Boleyn yang tadinya diremehkan dan dianggap terlalu liar oleh King Henry malah justru membuat sang Raja akhirnya bertekuk lutut tak berdaya pada Anne Boleyn. Semua permintaan Anne dituruti oleh sang Raja, termasuk permintaan Anne menggantikan posisi Catherine menjadi Queen of England, atau dengan kata lain, menjadi istri resmi kedua King Henry VIII.
Ambisi Anne untuk menjadi bagian Kerajaan Inggris terwujud. Namun, kebahagiaannya itu tidak berlangsung lama. Sama halnya dengan Catherine, Anne Boleyn gagal memberikan keturunan laki- laki. Ia hanya mampu memberikan anak perempuan yang kemudian ia beri nama Elizabeth.
Hal itu pula yang membuat King Henry melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan pada Catherine sebelumnya, yaitu mencari selir baru. Adalah seorang perempuan bernama Jane Seymour yang akhirnya dipilih King Henry untuk menjadi selir.
Melihat itu, Anne semakin naik darah. Ia tidak mau suaminya memiliki selir lagi. Yang ia inginkan, King Henry tetap bersamanya meski Anne hanya mampu melahirkan anak perempuan. Ia berusaha hamil lagi dengan segala cara, yaitu berhubungan intim dengan beberapa laki- laki. Yang mengejutkan, Anne tidak hanya berhubungan dengan laki- laki tak sedarah, namun juga terpaksa melakukan hubungan intim dengan George Boleyn, adiknya sendiri, demi mendapatkan anak laki- laki.
Namun sayangnya, intrik tersebut diketahui oleh King Henry. Ia sangat marah dan menjatuhi hukuman mati kepada Anne. Hukuman tersebut ia berikan sesuai dengan peraturan kerajaan Inggris. Anne begitu terpukul, namun ia tidak bisa berbuat apa- apa. Ia hanyalah wanita, mantan ratu Inggris yang akan dipenggal kepalanya karena sebuah kesalahan yang fatal.
Akhirnya, Anne pun dijatuhi hukuman mati. Kepalanya dilibas dengan pedang, disaksikan oleh rakyat Inggris. Sebelum dieksekusi, Anne meminta kepada Mary, kakaknya, untuk mengasuh Elizabeth sebaik mungkin. Sebagai seorang Kakak yang telah diberi amanat, Mary melakukannya dengan baik. Ia membesarkan Elizabeth dengan tulus, sesuai dengan apa yang diindahkan Anne padanya.
By : • VIVAnews
Ketika Perempuan Dipercaya
Author : Rizka Azizah
The Other Boleyn Girl (.moviewallpapers.net)
VIVAnews - Film berjudul The Other Boleyn Girl benar- benar tontonan yang sangat brillian menurut saya. Film ini menceritakan betapa ‘daya tarik’ dan kekuatan perempuan bisa menghancurkan tahta dan kekuasaan. Wanita yang tadinya diremehkan dan dianggap sepele, pada akhirnya bisa meluluhkan sekaligus menjatuhkan kekuasaan laki- laki.
Film ini berkisah tentang kehidupan kerajaan Inggris di abad ke- 16, dimana pada saat itu hiduplah seorang Raja bernama Henry Tudor atau Henry VIII. Kerajaan Inggris dibuatnya hancur karena sikapnya yang begitu liar terhadap wanita. Meski istri resminya hanya Queen Catherine of Aragon, namun King Henry VIII memiliki begitu banyak selir.
Keliaran King Henry VIII pada wanita semakin menjadi- jadi saat Queen Catherine tidak bisa memberinya keturunan laki- laki. Padahal, King henry sangat berharap bahwa istrinya dapat memberikan anak laki-laki untuk meneruskan tahta kerajaan. Di masa itu, perempuan sama sekali tidak ada artinya. Seperti Queen Catherine yang telah berkali- kali diduakan oleh King Henry VIII sekaligus dicampakkan karena hanya bisa melahirkan anak perempuan.
Kegagalan Queen Chaterine melahirkan anak laki- laki, membuat King Henry VIII semakin gencar mencari selir yang dapat memberikan anak laki- laki. Adalah Keluarga Boleyn, yang bersepupu jauh dengan penasehat Raja. King Henry mengutarakan keinginannya untuk memiliki selir lagi kepada Thomas Howard, sang penasihat Raja yang juga sepupu jauh dari Keluarga Boleyn.
Akhirnya, Thomas Howard bekerja sama dengan Thoman Boleyn untuk bisa mempersembahkan salah satu Boleyn Girls, Mary Boleyn atau Anne Boleyn untuk dijadikan selir sang Raja. Thomas Boleyn begitu bersuka cita menyambut ajakan sepupunya, karena ambisinya untuk menjadi bagian dari kerajaan Inggris begitu besar. Ia langsung mengajukan Anne Boleyn untuk dijadikan selir King Henry VIII.
Permainan dimulai. Anne Boleyn yang diajukan oleh ayahnya, justru tidak dilirik sama sekali oleh King Henry. Sang Raja justru malah memilih Mary Boleyn untuk dijadikan selirnya. Padahal, Mary Boleyn sendiri sudah bersuamikan William Carey. Namun, dengan segenap tahta dan keuasaannya, King Henry VIII merayu William Carey untuk mengizinkan Mary menjadi selirnya, dengan menawarkan posisi bergengsi di Kerajaan.
William Carey pun tak kuasa menolak permintaan sang Raja. Sampai akhirnya, Mary Boleyn benar- benar menjadi selir sang Raja. Meski awalnya Mary Boleyn tidak menyukai intrik tersebut dan menolak untuk dijadikan selir sang Raja, namun lama- lama Mary mencintai King Henry VIII. Sampai akhirnya, ia mengandung dan melahirkan anak laki- laki.
Anne Boleyn yang merasa sakit hati karena cemburu melihat Mary bersama King Henry VIII, menjadi tidak terkontrol dalam bersikap. Sampai suatu hari, ia melakukan kesalahan yang fatal, yang membuat dirinya harus diasingkan ke Perancis.
Namun, sekembalinya Anne dari Perancis, ia banyak sekali mengalami perubahan. Perangainya sangat baik, smart, educated, charming, dan semakin cantik. Tanpa Anne sadari, King Henry VIII mulai tertarik dengannya. Sang Raja menganggap bahwa Anne mengalami banyak perubahan sekembalinya dari Perancis.
Menyadari akan hal itu, Anne yang cerdas tidak menyia- nyiakan kesempatan untuk meraih kehormatan yang lebih tinggi dari pada sang Kakak, Mary Boleyn. Bukan hanya bersedia menjadi selir, namun Anne meminta kepada King Henry VIII untuk mengasingkan Mary serta menceraikan Queen Catherine supaya posisi Queen of England ia gantikan.
Padahal, perceraian King Henry VIII dengan Queen Catherine akan membuat Inggris semakin terpuruk. Pergantian Ratu dirasa sangat sulit karena harus melawan sistem kerajaan monarki yang absolut. Namun, karena sedang tergila- gila dengan Anne, maka King Henry VIII pun menyetujui apapun permintaan Anne.
Disinilah daya pikat dan kekuatan perempuan mulai diakui. Anne Boleyn yang tadinya diremehkan dan dianggap terlalu liar oleh King Henry malah justru membuat sang Raja akhirnya bertekuk lutut tak berdaya pada Anne Boleyn. Semua permintaan Anne dituruti oleh sang Raja, termasuk permintaan Anne menggantikan posisi Catherine menjadi Queen of England, atau dengan kata lain, menjadi istri resmi kedua King Henry VIII.
Ambisi Anne untuk menjadi bagian Kerajaan Inggris terwujud. Namun, kebahagiaannya itu tidak berlangsung lama. Sama halnya dengan Catherine, Anne Boleyn gagal memberikan keturunan laki- laki. Ia hanya mampu memberikan anak perempuan yang kemudian ia beri nama Elizabeth.
Hal itu pula yang membuat King Henry melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan pada Catherine sebelumnya, yaitu mencari selir baru. Adalah seorang perempuan bernama Jane Seymour yang akhirnya dipilih King Henry untuk menjadi selir.
Melihat itu, Anne semakin naik darah. Ia tidak mau suaminya memiliki selir lagi. Yang ia inginkan, King Henry tetap bersamanya meski Anne hanya mampu melahirkan anak perempuan. Ia berusaha hamil lagi dengan segala cara, yaitu berhubungan intim dengan beberapa laki- laki. Yang mengejutkan, Anne tidak hanya berhubungan dengan laki- laki tak sedarah, namun juga terpaksa melakukan hubungan intim dengan George Boleyn, adiknya sendiri, demi mendapatkan anak laki- laki.
Namun sayangnya, intrik tersebut diketahui oleh King Henry. Ia sangat marah dan menjatuhi hukuman mati kepada Anne. Hukuman tersebut ia berikan sesuai dengan peraturan kerajaan Inggris. Anne begitu terpukul, namun ia tidak bisa berbuat apa- apa. Ia hanyalah wanita, mantan ratu Inggris yang akan dipenggal kepalanya karena sebuah kesalahan yang fatal.
Akhirnya, Anne pun dijatuhi hukuman mati. Kepalanya dilibas dengan pedang, disaksikan oleh rakyat Inggris. Sebelum dieksekusi, Anne meminta kepada Mary, kakaknya, untuk mengasuh Elizabeth sebaik mungkin. Sebagai seorang Kakak yang telah diberi amanat, Mary melakukannya dengan baik. Ia membesarkan Elizabeth dengan tulus, sesuai dengan apa yang diindahkan Anne padanya.
By : • VIVAnews
Thursday, January 1, 2009
Sudah Lewat Satu Hari

Hmm…
Udah lewat satu hari tahun 2009. SELAMAT TAHUN BARU, yayan...!
Umur makin nambah aja, tapi.. manfaat bagi orang lain, udah nambah, atau bahkan tidak ada sama sekali..?
Mudah-mudahan, tahun ini, manfaat bagi orang lain, bertambah banyak.. Soalnya Kata Nabi, : Sebaik-baiknya ummat adalah yang bermanfaat untuk orang lain.
Allah.. beri saya kesempatan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, juga bagi diri sendiri.
Udah lewat satu hari tahun 2009.
Ingin punya target tahun ini. Menikah, mungkin..???
Hehehe.. mungkin...!!!! Mudah-mudahan... (Ups.. jadi malu...!!!!)
Amiinnn.....
... Maka Berjalanlah Hingga tiba Saat Berlabuh di Samudera Hati...
Subscribe to:
Posts (Atom)