Saturday, March 14, 2009

Selamat Datang di Hari Baru Hidup ...


Misteri Lorong Waktu itu Sudah Kita Pecahkan

Dear…
Tengah malam. Tepatnya pukul 00.00 wib. Angin malam tidak terlalu berhembus kencang. Dan malam ini sudah masuk tanggal 15 Maret 2009. Tanggal keramat dalam hidupku. (Tepatnya hidup kita). Tanggal ini yang menjadi gerbang waktu perantara aku hadir di dunia fana ini.
Hari dimana tepat bertambah usia ku yang ke...... (ah sebaiknya aku tidak usah menyebutkan angkanya, apalah arti angka-angka itu).

Luar biasa tahun ini, tak ada perayaan dan peringatan ulang tahun yang seperti tahun sebelumnya. Bahkan tidak ada ucapan selamat juga dari orang-orang tercinta disekeliling ku. Menyedihkan memang...
Tapi, yaaa sudahlah. Aku tak menganggap mereka tak peduli kepadaku. Tapi kalaupun dugaan ku itu benar, ya sudahlah. Toh selama ini kondisi itu juga yang aku hadapi, jadi aku berusaha membiasakan diriku untuk sendiri.

Aku tak ingin ada air mata di hari bahagiaku ini.

Makin malam, rex peunayong tidak bertambah dingin (hanya nyamuk aja yang bertambah banyak). Aku masih ingin disitu, menikmati relung-relung waktu yang berjalan perlahan menyusup jiwa, satu persatu aliran darahku disusupinya, dan akhirnya tiba juga di hati.
Ada yang lain disana, ada rasa... dan ketika menyentuh jantung, maka jantungku mulai berdegub kencang. Aku terus menikmati itu. Senyum terus mengembang (tepatnya terus ku kembangkan, meski sepi terus mendesak mendominasi suasana).

Ketika aliran waktu kembali menyentuh hati, bibir pun mulai mengucapkan banyak harap. Dilangit tak ada bintang, tapi dengan penuh keyakinan, aku terus melantunkan harap-harap ku. Berharap hari baru ku terus saja menjadi indah. Berharap hari baru ku terus saja berisi senyum dan tak ingin berisi duka. Berharap hari baru ku terus saja dipenuhi wangi bunga. Berharap hari baru ku terus saja berisi kecintaan dan kasih sayang, berisi damai, walau aku tahu, semua ini tak mungkin kurasakan selama waktu yang aku inginkan.

Tuhan, terimakasih untuk kesempatan yang Kau berikan di hari baru ini. Nafas yang masih kau alirkan dalam jiwa ku hari ini. Udara yang masih Kau izinkan untuk ku hirup. Kalau boleh aku meminta, izinkan aku bisa berlama-lama menatap mentari Mu, menghitung bintang Mu untuk mewujudkan harapanku, menatap wajah dan senyum orang-orang yang kucintai lebih dari waktu yang Kau berikan (yang sekarang tersisa sedikit lagi ini).

Dan..... Tuhan kalau boleh aku meminta (aku selalu berharap Kau memenuhi permintaan ku yang satu ini, sebelum waktu menghadap Mu itu tiba—sedikit lagi ya..?) Izin kan Aku untuk bisa menjadikan dia - seorang hambaMu- menjadi teman hidupku, meski sebentaaaaaaaaaar saja.
Makasih Tuhan....

Makasih juga untuk Indigo Man, yang udah bersedia menemani ku diperjalanan malam, dihari baru (kita), membantu ku menyusun kembali harapan-harapan. Walau kita sama-sama tahu, itu cuma mimpi. Tapi kita pura-pura tidak tahu saja, dan ditengah kesepian misteri 1503, kita lewati itu bersama.
Jangan kita tiup api lilin yang ada dihadapan kita, aku takut waktu akan berhenti mendadak dan tak lagi memberi kita kesempatan. Kita biarkan saja dia menyala, hingga mencapai titik sumbu terakhir... kita biarkan saja... kita biarkan saja...
HAPPY BIRTHDAY UNTUK KITA....!

1 comment:

Asnawi Kumar said...

Selamat Ulang Tahun, apalah arti angka-angka itu. Selamat pula buat Indigo Man, yang telah menemani malam perayaan ulang tahunmu. Seperti harapanmu, saya juga turut mendoakan semoga Tuhan menjadikan Indigo Man itu sebagai pendamping hidupmu. Tidak untuk sebentar, tapi buat selamanya...