Idul Fitri Sederhana di Berlin
Selasa, 6 September 2011 00:14 WIB
Oleh Daspriani Y Zamzami, (Wartawati freelance asal Aceh) melaporkan dari Berlin, Jerman
BERLIN 13 derajat Celcius. Untuk penduduk Asia tentu suhu udara ini sangat dingin, bahkan menyengat ke ubun-ubun. Apalagi bagi saya, warga Aceh yang sehari-hari menikmati panasnya matahari pesisir.
Pukul 07.15 menit waktu Berlin, Selasa, 30 Agustus 2011. Saya sudah berada di Stasiun Hermannstrabe. Kereta dengan nomor S25 pun sudah siap meninggalkan stasiun. Tujuan saya adalah Hauptbanhof, stasiun kereta terbesar di Kota Berlin, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik bus dengan nomor 123 untuk mencapai Kedutaan Besar RI Berlin dan mengikuti pelaksanaan ibadah Shalat Idul Fitri 1432 Hijriah.
Bagi setiap muslim, melaksanakan shalat Id berjemaah sudah menjadi keharusan, pertanda kemenangan dan kebahagiaan setelah sebulan lamanya melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Di Berlin, pelaksanaan shalat Id bagi muslim Indonesia dipusatkan di KBRI. Saya belum pernah sama sekali menjejakkan kaki ke KBRI Berlin. Tapi alhamdulillah, saya tiba di sana tanpa ada hambatan.
Sarana transportasi yang modern di Berlin memang memudahkan bagi warga yang ingin berpergian ke mana saja, termasuk pendatang seperti saya. Asal tahu stasiun yang dituju, apalagi kalau ada map di tangan, maka kita tidak akan tersesat.
Berlokasi di Lehrter Strabe 16-17, Gedung KBRI tidak berbeda dengan gedung lainnya. Arsitektur gedung khas Eropa dengan model tempo doeloe, membuat gedung ini terlihat begitu artistik. Satu per satu warga muslim Indonesia tiba di gedung ini dan pelaksanaan shalat Id dilakukan pada pukul 09.00 waktu Berlin.
Sayup-sayup takbir yang dilantunkan membuat saya teringat akan kampung halaman. Kalau di Aceh suasana hari raya pasti begitu terasa, tak seperti di Berlin yang mayoritas penduduknya Nasrani.
Meski Hari Raya Idul Fitri tidak masuk dalam hari libur nasional Berlin, namun jemaah cukup padat memenuhi ruangan aula Kedutaan Besar RI. Sebagian dari mereka meminta izin beberapa jam saja untuk melaksanakan shalat, lalu kembali beraktivitas.
Ratusan muslim Indonesia melaksanakan shalat Id di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin. Pelaksanaan shalat Id dilakukan pada Selasa, 30 Agustus 2011. Bertindak sebagai khatib adalah Ustaz Hartanto Saryono Lc.
Dalam khotbahnya, khatib mengimbau agar warga Indonesia yang berada di luar negeri, bisa terus menguatkan keutuhan bangsa. “Selaku umat muslim, menjaga kesatuan dan persatuan menjadi hal utama dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi kehidupan umat muslim,” ujar khatib.
Usai Shalat Id, para jemaah menikmati aneka makanan khas Indonesia yang didominasi oleh nasi goreng. “Tak ada lontong dan tak ada ketupat, tapi nasi goreng sudah mewakili,” ujar seorang jemaah sambil saling menyapa. Suasana kekeluargaan terasa begitu kuat.
Ade, seorang muslim Indonesia, mengatakan mereka tak terlalu sering bertemu meski sesama warga Indonesia. “Jadi, ketika ada momen seperti ini kita sangat menikmati, ini juga sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi,” ujar Ade.
Selain itu, pesta rakyat juga meramaikan perayaan Idul Fitri di Berlin, Jerman. KBRI sengaja menggelar pesta rakyat dalam kegiatan halal bihalal. Ratusan warga muslim Indonesia terlihat bergembira dan menikmati suasana Indonesia yang dihadirkan dalam kegiatan pesta rakyat dan halal bihalal.
Kegiatan ini dilaksanakan seusai shalat Idul Fitri di Wisma Duta Besar Indonesia di kawasan Rudeloffweg 7, Berlin. Tampak Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Eddy Pratomo menerima ucapan selamat Idul Fitri dan permohonan maaf lahir batin dari warga Indonesia yang hadir dalam pesta rakyat itu. (*)
Dimuat di Harian Serambi Indonesia, 06 September 2011
No comments:
Post a Comment