Suatu saat yang lalu, ada kesempatan menimba ilmu di negeri orang, nun jauh disana. Ada cerita yang tersisa. Untuk 17 teman yang pernah merasakan suka dan duka perjalanan yang panjang... sekelumit kisah ini untuk kalian.. Miss U All guys...............
05 Juli 2007
“ Thailand yang Sensasional”
Akhirnya… perjalanan panjang dan melelahkan itu pun dimulai. Belum-belum, sudah ada yang stress memikirkan lamanya waktu yang harus ditempuh dari
Bang Mukhtar misalnya, dalam sepekan terakhir sebelum keberangkatan, dia terus saja bertanya, “Wah, bagaimana rasanya ya harus terbang di udara dalam waktu yang cukup lama?” Tanya nya, sambil sesekali membayangkan beberapa kali insiden pesawat terbang yang cukup beruntun di
Kendati demikian, perjalanan yang panjang ini cukup menyenangkan, karena sedikit terbalas dengan sebuah pengalaman asyik di
Bayangkan, kita yang tidak paham bahasa Thai, namun harus berurusan dengan orang Thai (dalam hal ini supir taksi) yang juga gak paham bahasa inggris, konon lagi bahasa
“ Nti Tung Nana Station…” (nah… pada gak tau
“… Tung..Tung… Nana Station…” jawab Mas Dwie, ke Supir Taksi.. (Tau neh, apa lagi.. tung..tung..tung.. gak ngerti deh..) pokoknya para penumpang taksi asal Indonesia ini (Mas Diwe, bang Mukhtar dan saya sendiri, hm… Yayan (apa siiiiihh..?) asal nyablak aja.. terus kita tertawa deh bareng-bareng.. sambil disahut ama supir taksi : “We Plin..” yang ternyata dia menyatakan kalo kita adalah Friend! (nah lo… pusing kan?) hehehehe…
Jadilah, broken English campur bahasa tubuh, menjadi guide dalam setiap perbincangan (ya khan, Mas Dwie dan bang Mukhtar?). asyiknya kita nyampe juga ke NANA STATION, sebuah lokasi pusat jajanan pinggir kota Thai, dimana kita beli makan malam buat teman-teman yang lagi istirahat transit di SuvarnaBhumi Hotel.
Di NANA STATION, emah gila…! Meski merupakan pusat jajanan pinggir Kota Thai, ternyata tempat ini buka 24 jam, dengan semua pedagang kaki lima yang ada yang menjajakan berbagai barang, mulai dari baju hingga sepatu bahkan pakaian dalam. Dan, gak ketinggalan juga berbagai jenis makanan Thai, yang dikenal dengan citarasa yang enak, dan cocok dilidah orang Indonesia.
Tetep….. endingnya, makan bareng salah satu tempat jajanan makanan, dengan menu Tom Yam, Udang Bakar, Ikan Bakar pasir, dengan sambal cabe rawit yang memberi kejutan pedas di akhir sensasinya.. Ppffuuufffffff..!!!! Pedeeesssssssssss…………… Mak Nyos banget deeee………….
Biar ngerasai dikit, tapi cukup memuaskan.. Lalu balik deh ke hotel sambil bawa paket KFC, untuk temen-temen yang kecapean di hotel, agak lama sih, mereka semua udah kelaperan nungguin makanan, abis jaraknya jauh siiiy.. belon lagi sata pulang supir taksi yang gak bisa bahasa inggris sama sekali, malah gak tahu arah ke hotel transit yang di lokasi bandara Internasional SuvarnaBhumi, itu.. jadilah kita muter-muter dan akhirnya nanya ama man on the street..
Wekekekekeks… (baru jadi supir kali ye, tuh orang..)
Hmmmm…………..
28-29 Juli 2007
“Summer Road to Cincinnati and Dayton”
Hmm… akhir pekan yang menyenangkan. Setelah akhir pekan lalu kita tim Columbus ( Timnya Mas Dodi dan Mas Adrian) terima tamu dari Tim Dayton dan Cleveland, kali ini giliran kami lah yang akan berkunjung balasan, hehehehe…
Sabtu Summer yang cerah, mobil pun melaju ke Cincinnati. Perjalanan yang memakan jarak lebih dari 72 mil ini ditempuh dalam jarak kurang lebih dua jam. Bosan..???? Ofcourse not lah.. Perjalanan ini sungguh menyenangkan, selain rame-rame kedua tim Columbus, rombongan juga ditambah ama keluarga Mas Dodi dan Mas Adrian.
Bisa dibayangkan rombongan Jurnalis ini diramaikan oleh suara anak-anak, ‘ bontot’ nya Mas Adrian dan Mas Dodi.
Nyampe di Cincinnati, kita langsung menuju dorm nya tim Cincinnati yang digawangi oleh Bang Nurul Amin (SCTV), Bang Muhktar (SCTV) dan Desi Bo (Metro TV). Dorm nya lumayan keren lho.. apalagi dikelilingi oleh cewek-cewek brondong penari balet .. (Wah.. kalo gak kuat iman, bisa mandi Junub setiap Pagi, neeehhh… !!! Kata Bang Nurul Amin)
Wekekekekeks.....!!!! Ada-ada aja, ya..
Eits..!! Ada satu lagi yang juga jadi ‘motor’ di tim ini, selain anggota Tim dan Lauri (Mahasiswa OU) yang bertugas sebagai driver, yakni Mas Yoga. Mahasiswa Graduate OU asal Indonesia, yang bertugas sebagai field coordinator sekaligus jadi Chef! (Busyeeettt deeee,!!?) Konon, kalo Chef ngambek, maka anak-anak Cincinnati pastilah kelaparan, caused gak bakal ada yang bisa menyajikan makanan uuueeennaaakkk.. disana.! (Ya kan Mas Yoga...???? hehehhe..)
Meski Cuma sebentar singgah disana, tapi sempet juga lah menikmati mie goreng dan nasi goreng hasil karya Mas Yoga. Hmmm.... ini memang bukan kabar bo’ong. Isu selama ini yang menyatakan masakan Mas Yoga itu enak, ternyata Benar!!!!
Nah, selanjutnya seperti yang sudah bisa diduga, kegiatan jalan-jalan, makan-makan (lagi..????) dan shopping, pun dilakukan. Eits, acara narsis juga gak pernah dilupakan, konon lagi kita berada di perbatasan negara bagian Cincinnati dan Kentucky, yang ditandai dengan jembatan baja yang berwarna ungu dan kuning, dimana dibawahnya melintas Ohio river yang sangat lebar (photo-photo lagi.......)
Puas di Cincinnati (meskipun gak puas-puas banget karena waktu yang terbatas), kita pun meluncur ke Dayton, dimana Tim Dayton sudah menunggu kita. But.. nunggunya bukan di dorm, melainkan di sebuah lokasi pesta berbeque.
Ceritanya, Tim Dayton diundang pesta Berbeque di Rumah Karen dan Rex (suaminya) profesor FISIP di Dayton University. Dan kita pun kecipratan undangan tersebut, termasuk juga tim Cincinnati. Jadilah pesat berbeque pun menjadi ajang kangen-kangenan kita yang sudah terpisah selama dua minggu. (Apaan siiiiiyyyyyy...)
Sambil menikmati makanan, kita juga diajak untuk house tour ama tuan rumah. Hmm.. itu rumah nyaman dan comfortable banget lho.. selain rapi dan bersih, juga lebar, dan sebagai perabotannya dibuat sendiri oleh Rex, yang ternyata juga punya gudang perabotan dengan peralatan yang lengkap. Jadi, gak heran, kalo lemari TV nya yang keren itu, adalah hasil karyanya sendiri. (Dahsyat juga profesor yang satu ini, gak cuma handal dalam mengajar, tapi juga handal membuat perabotan rumah tangga...)
Rex dan Karen hanya tinggal berdua, dan dirumah yang terlihat mungil tapi ternyata dalamnya cukup luar itu, kita akan menemui banyak tanaman hias, mulai dari bunga rumput, sampe bunga aneh yang pernah saya lihat, tapi cukup keren.. bunganya terdiri dari daun yang hijau pudar dan memiliki bungan warna pink berbercak biru dan sangat mirip buah nenas. (Nah... susyah kan ngebayanginnya...hehehe)
Selain penuh bunga, rumah ini juga dilengkapi dengan kebun sayur-sayuran organik, mulai dari cabe sampe terong, dan yang herannya mereka juga punya tanaman kemangi!!! (dan dua jenis tanaman tadi, yakni cabe hijau dan kemangi sempat ‘dicuri’ ama Mas Yoga, katanya untuk nyambel di Dayton.. Busyeeetttt... ! Masih sempet-sempetnya mikirin masak, dasar Chef yang menyamar jadi doktor nehh.. wekekekekeks...........) tapi si Karen yang punya rumah dah ngijinin Mas Yoga kok buat bawa pulang cabe Hijau dan daun Kemangi.
Tapi.. Jamal????????? Nah, dia juga bawa cabe yang warnanya Kuning, dan bentuknya keriting Lho!!! Meski satu biji, tapi rasanya cukup pedas!!! Buktinya waktu kita makan malam di Dayton ada sayur Buncis campur ikan, dikasi cabe kuning dan rasanya jadi lumayan pedas (Ingat kan? Sampe-sampe mangkok sayur buatan Aswandi itu licin dan tandas oleh anak-anak...) padahal udah ikut pesat berbeque, tapi masih aja lapar.. (Dasar Indonesia, kalao belon ngerasain nasi, masih belon makan namanya.............heheheh..)
But, Jamal udah minta ijin belon ya, tentang cabe kuning keriting itu?? Hmmmmmmmm................. (mudah-mudahan udah.. hehehehe..)
Oya, Back to Laptop.. (iihhhh.. capeee deeee) mkasudnya back to Karen’s House. Nah, berhubung rumah ini berbatasan dengan hutan yang cukup luas (lebih kurang 20 hektar), rumah ini juga dikelilingi ama kawat halus yang dialiri arus listrik, dan diujungnya ada pengumumam yang bertuliskan : KIJANG DILARANG MASUK!!!! (ada-ada aja, Prof Rex ini...)
Oke,, setelah puas dengan pesta berbeque, kita langsung diinapkan di Dayton House, tempat tinggal tim Dayton. Dormnya asyik banget juga, soalnya mereka punya dapur buat masak, makanya bisa ngeracik makanan dengan bumbu apa aja, dan Mas Dwie serta Mas Aswandi yang jadi chefnya.. (Nah, kalo yang ini, chef yang menyamar jadi wartawan neh... hehehehe). Masakannya.. yang seperti yang udah dijelaskan tadi, enak dan indonesia banget githu lho.. soalnya ada tempe goreng dan bakwan jagung..(Hmmm... jadi kangen rumah dan masakan emak deeeehhh.. Hiks..)
Mas Adrian dan Mas Dodi cs, yang udah lama numpang di Amrik aja, jadi lahap banget makannya (termasuk anak-anak mereka suka banget makan nasi putih ama tempe goreng.. hehehe).. pokok indonesia banget lah... (Nah, Mas Adrian, Mas Dodi, apa gak ingat Mountain Mama alias Ibu pertiwi alias kampung Halaman, neehhh? Jelek-jeleknya Indonesia, ya tetaplah itu kampung halaman kita, ya Gakkkk... heeee jadi ceramah ya..?) Hiks........
Siangnya, apalagi kalo bukan jalan-jalan, makan-makan dan photo-photo. Kali ini kita mengunjungi National Museum United States Air Force alias Musiumnya TNI AU nya Amerika Serikat. Bagus! Meskipun ada yang gak cocok di hati (pertanyaannya mereka pahlawan atau pembunuh ya..?
Dilanjutkan ama menyaksikan atraksi Airshow berbagai jenis pesawat milik TNI Au nya US. (Pssttt..... jangan bilang siapa-siapa, ya, kita nontonnya dari lapangan parkir mobil lho, soalnya biar gretong, gthu lho, bo.....!) hehehehe..
But, tau gak, sehari sebelumnya pertunjukkan airshoe ini menelan korban. Satu pesawat beserta pilotnya hancur dan tewas terbakar, akibat adegan menukik ke bumi, namun tidak mampu naik lagi ke udara. Sungguh memilukan. Pertunjukkan air show berujung dengan duka dan air mata. Dan hari ini (minggu 29 Juli) pertunjukkan tetap dilanjutkan.
Selanjutnya, kita berkeliling downtown nya Dayton. Agak sepi ya, kota ini, belum lagi bangunanya banyak bangunan tua, jadi semakin ‘serem” lah kota kecil ini. Tapi ad ayang menarik kok. Hampir disetiap sudut jalan kota ada patung yang dibuat menyerupai manusia, mulai dari replika seorang pembersih kaca, marinir yang memiliki pacar seorang perawat, hingga Marlyn Monroe yang rok nya disibak angin.. Ups..!!!! (Mas Iwan berhasil mengintip ke dalam rok (Isi roknya apa ya..? hehehehe...
Marlyn Moroe mengakhiri kunjungan ke Dayton, dan rombongan pun siap-siap kembali ke Columbus. Kecapean dan tertidur di mobil. Nuansa mobil pun indonesia banget, soalnya sepertiga panjang perjalanan diisi ama nyanyian si Raja Dangdut alias Bung Rhoma Irama.... (Pssssttt..... ini lagu kesayangan Mas Dodi Lho...)
Well..... This is very cultural experience (mengutip Mas Joy)
So Long Dayton can Cincinnati... Entah kapan bisa berkunjung kembali. Now, back to work di WBNS 10 TV News Channel... *****
30-31 juli 2007
“Sibuk Ngerjain project “
Setelah menikmati weekend, ini hari-hari yang bergelimang dengan tugas dan peliputan kembali dimulai…
Kita, (yayan, Mas Jamal dan Mas Joy) mulai melanjutkan project peliputan selama internship di Columbus. Nyari narasumber sana-sini, janji wawancara, liputan sejak jam 05.00 pagi dilanjutkan sampe siang dan sore.
Dan, kita kedapatan seorang kameraman mahasiswa undergraduate, cewek, namanya Tanisha, umurnya 22 tahun. Anaknya sih keren, blasteran Amerika Afrika – Amerika. Mungkin karena umurnya masih muda, jadi kerjanya jadi agak kurang professional. Kata Mas Jamal, „kok malah dia yang internsh ke kita, seharusnya kita yang akan minta gambar ke dia,“ katanya.
Hmm.. ya githu deeee....
Yang penting, selesaikan project, Bro..!!!! *****
01 August 2007
“ Keriting Time “
Gak, kerasa udah tanggal 01 August, artinya udah masuk sebulan kita ada di Amerika Serikat. Dan hari-hari belakangan ini masih disibukkan dengan upaya penyelesaian project peliputan kita yang menjadi ‘menu penutup’ kegiatan internship di Columbus.
Hmm… alhamdulillah sedikit demi sedikit, pekerjaan pun mulai rampung. Bisa sedikit berlega hatilah. Senyum-senyum dan tertawa lepas serta becanda, terus menjadi menu sehari-hari.
Salah satunya, keriting time nya Mas Joy. Aneh, setiap sudah berada di mobil, Mas Joy pasti ngantuk dan selalu tertidur (walau selalu kaget karena ketiduran.. heheheh)
Dan kita selalu menyebutkan waktu-waktu sekarat ini dengan sebutan “Keriting Time”. Jam-jam keriting untuk melawan kantuk. Tapi tetap aja gak bisa. Mas Joy tetap selalu ngantuk dan tertidur,dan yayan suka sekali menertawakan aksi ngantuk ini. (heheheh… Mas Joy.. Mas Joy..)
Bayangin aja, dalam kondisi ngobrol dan dia bersuara dengan keras, tiba-tiba dia bisa tertidur dan suaranya menghilang begitu saja. Terus kalau dipaksa diajak ngobrol, maka mulutnya akan mengeluarkan kata yang menceracau gak jela.. dan………………zzzzzzzz……..Zzzzz………Zzzzz…. maka tertidurlah dia…
Busyeeettt deee Mas Joy.
Oya, siang hari ini, di kantor WBNS, stasiun televisi
Soalnya Tina orangnya baik banget, di hari pertama Internship, dia yang ngajak kita kenal newsroom dan mengenalkan program ENPS. Pokoknya seru lah. Perempuan American-African ini juga sangat murah senyum dan selalu baik hati dengan semua orang.
Sepertinya WBNS, merasakan kehilangan seorang pekerja yang berdedikasi tinggi. Hmmm... Mudah-mudahan dia sukses di Atlanta, ya.
Sedikit kesal di WBNS, makin hari kita makin agak dicuekin karena mereka semua pada sibuk, tapi kita paham kok. Tapi kesal dan sedihnya, udah mau berkahir internship, kita tetap gak bisa naek Chooper, alias helikopter liputan. Hmmmmm... sementara dua kelompok di
Belum lagi janji makan malam mama Terry (Presidennya Serenity CafĂ© dan Catering yang ternyata jadwalnya salah diomongin ama kakak Joy, kata Kakak Joy kita diundang makan malam Kamis malam, tapi ternyata selasa malam minggu depanya……Iiiiiiihhhhh Tambah Keriting deeeeeeeeeeeeeee inikan udah waktunya kita pulang ke Athens… hiks…!!!) *****
No comments:
Post a Comment