
Seorang Ibu dan anaknya, warga Calang, Aceh Jaya, tak kuasa menahan laju air mata saat doa dikumandangkan mengenang kehancuran dan kehilangan yang diraskannya saat musibah itu datang 3 tahun lalu. Air Mata itu masih ada, Kawan. Meski Tiga tahun sudah berlalu, duka ini tak kan pernah pupus dari hati masyarakat Aceh. Musibah gempa dan tsunami telah merenggut segalanya yang dimiliki warga Aceh. Sementara janji pemerintah dalam hal ini Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR), masih ada yang sekedar janji belaka. Kendati demikian, Seiring berjalannya waktu, senyum mereka pun mulai menebar, asa itu pun mulai tumbuh. Semangat bangkit akan terus ada dalam jiwa mereka. Rakyat Aceh!
No comments:
Post a Comment